Oleh: Abu Hasan Agus Dwiyanto, Lc.
Dalam kehidupan dunia ini, manusia membutuhkan makanan, minuman, dan segala kebutuhan material untuk bertahan hidup, itu adalah bagian dari rezeki yang Allah berikan. Namun, sangat disayangkan ketika manusia terlena, terlelap, dan tenggelam, serta berlomba-lomba dalam mencari rezeki, sehingga melupakan kehidupan akhirat. Di antara mereka pula ada yang menempuh segala cara untuk meraihnya tanpa mengindahkan kaidah-kaidah syariat. Maka kita perlu mengetahui bagaimanakah seharusnya kita memahami tentang rezeki, dan apa saja kunci-kunci untuk meraihnya, agar rezeki kita halal, bermanfaat, dan penuh berkah.
Kunci-kunci rezeki
Kunci-kunci untuk meraih rezeki amatlah banyak, telah banyak disebutkan dalam Al-Qur`an dan As-Sunnah, namun di antara yang terpenting adalah:
1. Memperbanyak isfighfar dan taubat
Allah berfirman,
Dan dalam ayat lain pula Allah berfirman,
وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ وَلا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ (٥٢)
“Dan (Hud berkata): "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabbmu lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa."(QS. Hud: 52)
2. Menegakkan agama Allah
Allah berfirman,
وَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُوا التَّوْرَاةَ وَالإنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ مِنْ رَبِّهِمْ لأكَلُوا مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ أَرْجُلِهِمْ مِنْهُمْ أُمَّةٌ مُقْتَصِدَةٌ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ سَاءَ مَا يَعْمَلُونَ (٦٦)
“Dan Sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan (Al Quran) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka. diantara mereka ada golongan yang pertengahan. dan Alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka.” (QS. Al-Ma`idah: 66)
3. Selalu menjalankan ketakwaan kepada Allah
Allah berfirman,
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (٩٦)
“Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al-A’raf: 96)
Allah juga berfirman dalam ayat lain,
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (٢)وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.”(QS. Ath-Thalaq: 2-3)
4. Bertawakkal hanya kepada Allah semata
Allah berfirman,
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا (٣)
“Dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah Mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”(QS. Ath-Thalaq: 3)
Rasulullah bersabda,
((لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرُزِقْتُمْ كَمَا يُرْزَقُ الطَّيْرُ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا))، رواه الترمذي، وصححه الألباني.
“Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, niscaya Dia akan memberi rezeki kepada kalian sebagaimana burung diberi rezeki, pergi dalam perut kosong, dan kembali dengan perut kenyang penuh makanan.” (HR. At-Tirmidzi No. 2344, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).
5. Berinfaq di jalan Allah
Allah berfirman,
قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ (٣٩)
“Katakanlah: "Sesungguhnya Rabbku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, Maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezki yang sebaik-baiknya.”(QS. Saba`: 39)
Dan di antara sebaik-baik infak di jalan Allah adalah infak kepada para penuntut ilmu syar`i, sebagaimana hadits berikut,
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: كَانَ أَخَوَانِ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ ، فَكَانَ أَحَدُهُمَا يَأْتِي النَّبِيَّ وَالْآخَرُ يَحْتَرِفُ، فَشَكَا المُحْتَرِفُ أَخَاهُ إِلَى النَّبِيِّ فَقَالَ: ((لَعَلَّكَ تُرْزَقُ بِهِ))رواه الترمذي وقال: هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ، و صححه الألباني.
Dari Anas bin Malik , ia berkata, “Dahulu di zaman Nabi terdapat dua orang bersaudara, salah seorang di antara menemui Nabi unntuk belajar dari beliau, sedangkan yang satunya sibukbekerja. Maka yang bekerja mengadukan perihal saudaranya kepada Nabi , lalu beliau bersabda, “Boleh jadi engkau diberi rezeki dengan sebab saudaramu yang menuntut ilmu.” (HR. At-Tirmidzi, dan ia berkata, “Hadits ini hasan shahih.” Dan dishahihkan olah Syailh Al-Albani.)
6. Berbuat baik terhadap orang-orang yang lemah
Sebagaimana sabda Rasulullah dalam hadits berikut,
عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ، قَالَ: رَأَى سَعْدٌ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ لَهُ فَضْلًا عَلَى مَنْ دُونَهُ، فَقَالَ النَّبِيُّ : ((هَلْ تُنْصَرُونَ وَتُرْزَقُونَ إِلَّا بِضُعَفَائِكُمْ)) رواه البخاري.
Dari mush’ab bin Sa’d, ia berkata, “Sa’d mengira iamemiliki keutamaan dibandingkan orang yang dibawah kedudukannya, maka Nabi bersabda, “Bukankah kalian tidak ditolong dan tidak pula diberi rezeki, melainkan dengan sebab orang-orang lemah di antara kalian?” (HR. Bukhari, No. 2896)
7. Memperbanyak berdo`a hanya kepada Allah
Kita diperintahkan untuk berdo’a berlidung dari kemiskinan, sebagaimana hadits berikut,
عن أَبُي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ : ((تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنَ الْفَقْرِ، وَالْقِلَّةِ، وَالذِّلَّةِ، وَأَنْ تَظْلِمَ أَوْ تُظْلَمَ)) رواه النسائي، وصححه الألباني.
Dari Abu Hurairah , ia berkata, Rasulullah bersabda, “Berlindunglah kalian dari kefakiran, sedikitnya harta, kehinaan, dan dari berlaku zhalim atau dizhalimi.” (HR. At-Tirmidzi, dan dishahihkan Syaikh Al-Albani)
8. Bersyukur atas rezeki yang Allah berikan
Allah berfirman,
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ (٧)
“Dan (ingatlah), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim: 7)
9. Menyambung silaturrahim
Hal ini selaras dengan sabda Nabi dalam hadits berikut,
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ، يَقُولُ: ((مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ)) رواه البخاري.
Dari Anas bin Malik , ia berkata, `Aku mendengar Rasulullah bersabda, “Barangsiapa menyukai agar dilapangkan rezekinya, atau dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturrahim.” (HR. Bukhari, No. 2067)
Penutup
Inilah sebagian dari kunci-kunci pembuka rezeki, manakala seorang hamba mengamalkannya, insya Allah akan diberikan kemudahan dan kelapangan rezeki sebagaimana telah Allah janjikan, dan Allah tiada menyalahi janji-Nya.Semoga Allah U memberikan kita taufik dan istiqamah dalam menuntut ilmu, dan memudahkan serta melapangkan kepada kita rezeki yang halal, thayyib, dan berkah.. Amin.
Dalam kehidupan dunia ini, manusia membutuhkan makanan, minuman, dan segala kebutuhan material untuk bertahan hidup, itu adalah bagian dari rezeki yang Allah berikan. Namun, sangat disayangkan ketika manusia terlena, terlelap, dan tenggelam, serta berlomba-lomba dalam mencari rezeki, sehingga melupakan kehidupan akhirat. Di antara mereka pula ada yang menempuh segala cara untuk meraihnya tanpa mengindahkan kaidah-kaidah syariat. Maka kita perlu mengetahui bagaimanakah seharusnya kita memahami tentang rezeki, dan apa saja kunci-kunci untuk meraihnya, agar rezeki kita halal, bermanfaat, dan penuh berkah.
Kunci-kunci rezeki
Kunci-kunci untuk meraih rezeki amatlah banyak, telah banyak disebutkan dalam Al-Qur`an dan As-Sunnah, namun di antara yang terpenting adalah:
1. Memperbanyak isfighfar dan taubat
Allah berfirman,
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (١٠)يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (١١)وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (١٢)
“Maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan Mengadakan untukmu kebun-kebun dan Mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.”(QS. Nuh: 10-12)
Dan dalam ayat lain pula Allah berfirman,
وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ وَلا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ (٥٢)
“Dan (Hud berkata): "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabbmu lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa."(QS. Hud: 52)
2. Menegakkan agama Allah
Allah berfirman,
وَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُوا التَّوْرَاةَ وَالإنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ مِنْ رَبِّهِمْ لأكَلُوا مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ أَرْجُلِهِمْ مِنْهُمْ أُمَّةٌ مُقْتَصِدَةٌ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ سَاءَ مَا يَعْمَلُونَ (٦٦)
“Dan Sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan (Al Quran) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka. diantara mereka ada golongan yang pertengahan. dan Alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka.” (QS. Al-Ma`idah: 66)
3. Selalu menjalankan ketakwaan kepada Allah
Allah berfirman,
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (٩٦)
“Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al-A’raf: 96)
Allah juga berfirman dalam ayat lain,
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (٢)وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.”(QS. Ath-Thalaq: 2-3)
4. Bertawakkal hanya kepada Allah semata
Allah berfirman,
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا (٣)
“Dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah Mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”(QS. Ath-Thalaq: 3)
Rasulullah bersabda,
((لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرُزِقْتُمْ كَمَا يُرْزَقُ الطَّيْرُ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا))، رواه الترمذي، وصححه الألباني.
“Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, niscaya Dia akan memberi rezeki kepada kalian sebagaimana burung diberi rezeki, pergi dalam perut kosong, dan kembali dengan perut kenyang penuh makanan.” (HR. At-Tirmidzi No. 2344, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).
5. Berinfaq di jalan Allah
Allah berfirman,
قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ (٣٩)
“Katakanlah: "Sesungguhnya Rabbku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, Maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezki yang sebaik-baiknya.”(QS. Saba`: 39)
Dan di antara sebaik-baik infak di jalan Allah adalah infak kepada para penuntut ilmu syar`i, sebagaimana hadits berikut,
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: كَانَ أَخَوَانِ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ ، فَكَانَ أَحَدُهُمَا يَأْتِي النَّبِيَّ وَالْآخَرُ يَحْتَرِفُ، فَشَكَا المُحْتَرِفُ أَخَاهُ إِلَى النَّبِيِّ فَقَالَ: ((لَعَلَّكَ تُرْزَقُ بِهِ))رواه الترمذي وقال: هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ، و صححه الألباني.
Dari Anas bin Malik , ia berkata, “Dahulu di zaman Nabi terdapat dua orang bersaudara, salah seorang di antara menemui Nabi unntuk belajar dari beliau, sedangkan yang satunya sibukbekerja. Maka yang bekerja mengadukan perihal saudaranya kepada Nabi , lalu beliau bersabda, “Boleh jadi engkau diberi rezeki dengan sebab saudaramu yang menuntut ilmu.” (HR. At-Tirmidzi, dan ia berkata, “Hadits ini hasan shahih.” Dan dishahihkan olah Syailh Al-Albani.)
6. Berbuat baik terhadap orang-orang yang lemah
Sebagaimana sabda Rasulullah dalam hadits berikut,
عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ، قَالَ: رَأَى سَعْدٌ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ لَهُ فَضْلًا عَلَى مَنْ دُونَهُ، فَقَالَ النَّبِيُّ : ((هَلْ تُنْصَرُونَ وَتُرْزَقُونَ إِلَّا بِضُعَفَائِكُمْ)) رواه البخاري.
Dari mush’ab bin Sa’d, ia berkata, “Sa’d mengira iamemiliki keutamaan dibandingkan orang yang dibawah kedudukannya, maka Nabi bersabda, “Bukankah kalian tidak ditolong dan tidak pula diberi rezeki, melainkan dengan sebab orang-orang lemah di antara kalian?” (HR. Bukhari, No. 2896)
7. Memperbanyak berdo`a hanya kepada Allah
Kita diperintahkan untuk berdo’a berlidung dari kemiskinan, sebagaimana hadits berikut,
عن أَبُي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ : ((تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنَ الْفَقْرِ، وَالْقِلَّةِ، وَالذِّلَّةِ، وَأَنْ تَظْلِمَ أَوْ تُظْلَمَ)) رواه النسائي، وصححه الألباني.
Dari Abu Hurairah , ia berkata, Rasulullah bersabda, “Berlindunglah kalian dari kefakiran, sedikitnya harta, kehinaan, dan dari berlaku zhalim atau dizhalimi.” (HR. At-Tirmidzi, dan dishahihkan Syaikh Al-Albani)
8. Bersyukur atas rezeki yang Allah berikan
Allah berfirman,
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ (٧)
“Dan (ingatlah), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim: 7)
9. Menyambung silaturrahim
Hal ini selaras dengan sabda Nabi dalam hadits berikut,
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ، يَقُولُ: ((مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ)) رواه البخاري.
Dari Anas bin Malik , ia berkata, `Aku mendengar Rasulullah bersabda, “Barangsiapa menyukai agar dilapangkan rezekinya, atau dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturrahim.” (HR. Bukhari, No. 2067)
Penutup
Inilah sebagian dari kunci-kunci pembuka rezeki, manakala seorang hamba mengamalkannya, insya Allah akan diberikan kemudahan dan kelapangan rezeki sebagaimana telah Allah janjikan, dan Allah tiada menyalahi janji-Nya.Semoga Allah U memberikan kita taufik dan istiqamah dalam menuntut ilmu, dan memudahkan serta melapangkan kepada kita rezeki yang halal, thayyib, dan berkah.. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar